Model Ideal Akuntabilitas NPO
Implementasi akuntabilis NPO, memang tidak mudah. Menurut Greg Rooney, Civil Society Program Advisor ACCES, sedikit sekali perhatian yang didedikasikan untuk membentuk organisasi yang memiliki akuntabilitas yang baik. Bahkan, masih ada organisasi nirlaba yang kesulitan dalam berupaya meningkatkan prosedur operasionalnya (baik SOP dan AD/ART). Tak sedikit pula NPO yang menerima hibah donor asing, dan laporan keuangannya, kurang transparan.
Akuntabilitas NPO memang lebih ditujukan kepada donor secara langsung dengan cara membuat laporan akhir dan laporan keuangan. Donor tersebut yang akan melaporkan kepada publik. Namun, jika memperoleh dari pemerintah, maka NPO wajib melaporkannya kepada masyarakat. Sejauh ini, beberapa NPO juga telah melaporkan kegiatan dan keuangannya kepada donor dan kepada publik. Ada yang membuat laporan tahunannya secara reguler dan bisa diakses publik. Jadi, tidak benar sama sekali bahwa tidak ada akuntabilitas NPO. Sebab jika itu benar, maka para donor juga enggan menggelontorkan dana hibahnya. Yayasan Interseksi, misalnya, mengembangkan akuntabilitas publik dengan cara mempublikasikan program risetnya melalui buku yang dapat dibeli di toko-toko buku. Bahkan, serpihan-sepihan sebuah program yang berjalan diberi ruang untuk dimuat di website. Ini juga mungkin suatu cara untuk menegaskan bahwa NPO bukanlah sarang “penyamun”, yang hanya sibuk mengkliping koran. Baca selengkapnya...












