Sunday, May 20th

You are here: National Actual SCALE – Resilience· untuk Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketahanan terhadap Resiko Bencana di Indonesia

SCALE – Resilience· untuk Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketahanan terhadap Resiko Bencana di Indonesia

E-mail Print PDF
nasional

Program SCALE-Resilience (The Stakeholder Coordination, Advocacy, Linkages, and Engagement for Resilience program) untuk adaptasi perubahan iklim dan ketahanan terhadap resiko bencana di Indonesia diluncurkan. Mercy Corps bekerjasama dengan Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) dan didanai oleh USAID, berupaya mengurangi resiko bencana dan dampak perubahan iklim serta memperkuat kapasitas pemerintah dalam menyelamatkan kehidupan, dengan mengurangi penderitaan masyarakat terkena bencana, serta dampak ekonomi dari kejadian bencana dan perubahan iklim dengan lebih efektif dan efisien.

Melalui Program SCALE-Resilience berupaya untuk memperkuat dan memberdayakan kelompok-kelompok multi stakeholder termasuk pemerintah, masyarakat sipil dan perwakilan sektor swasta untuk mengambil tindakan melalui kegiatan adaptasi iklim di beragam kawasan geografi di Indonesia, termasuk di propinsi, DKI Jakarta, Sumatera Barat, Lampung dan Maluku.

Program ini akan memanfaatkan kebijakan dan tatanan yang ada, untuk menerapkan pendekatan pengelolaan berbasis masyarakat. Program  yang terukur ini, diharapkan akan memberikan kontribusi pada peningkatan ketahanan penduduk yang rentan terhadap bencana alam, dan dampak perubahan iklim melalui penguatan kapasitas pemerintah, masyarakat sipil dan sektor swasta untuk mengurangi risiko, dan beradaptasi dengan perubahan iklim.

Berdasarkan analisa resiko yang dilakukan oleh World Bank menunjukkan, Indonesia merupakan salah satu dari 35 negara yang memiliki tingkat resiko kematian akibat berbagai kejadian bencana, dimana 40 persen penduduk tinggal di wilayah beresiko. Dengan jumlah penduduk lebih dari 230 juta jiwa, menunjukan ada lebih dari 90 juta jiwa berpotensi menghadapi resiko bencana. Pada akhir program, program SCALE-Resilience diharapkan dapat bermanfaat langsung pada 280.000 orang dan menjangkau kurang lebih 15 juta penerima manfaat sekunder di Indonesia.

Peluncuran Scale-Resilience dihadiri oleh perwakilan USAID, Sean Granville-Ross, Country Director Mercy Corps, dan pimpinan MPBI. Perwakilan USAID menyatakan “ Berbagai analisis menunjukkan bahwa dibutuhkan banyak intervensi yang sama  untuk mengurangi kerentanan terhadap bencana dan dampak perubahan iklim. Saat ini adalah waktu yang tepat untuk membangun kemitraan antara pemerintah, NGO dan masyarakat untuk membantu masyarakat Indonesia menghubungkan antara pengurangan resiko bencana dengan adaptasi terhadap meningkatnya dampatk perubahan iklim”

Dan Sean Granville-Ross menyatakan, “Perubahan pola curah hujan telah mempengaruhi perlindungan pangan dan air minum, dan kenaikan muka air laut telah menjadi ancaman bagi kehidupan dan mata pencaharian masyarakat pesisir. Oleh karenanya, dibutuhkan sebuah pendekatan kebijakan nasional komprehensif yang harus diintegrasikan di tingkat lokal yang berbasis masyarakat dan pemerintah. Sebagai respon terhadap ancaman bahaya dan perubahan iklim,program Scale-R berupaya meningkatkan kapasitas pemangku kepentingan melalui serangkaian kegiatan dialog, kajian scientific, dan proyek percontohan di tingkat sub district.”

Dari sisi ketahanan terhadap resiko bencana,  pimpinan MPBI mengharapkan agar dua hal, yaitu pengurangan resiko bencana dan adaptasi perubahan iklim, kita harus mulai mengubah pandangan dari ketergantungan terhadap kapasitas ekternal menjadi peningkatan kapasitas local, sebelum terjadi bencana, dan mengganti pola dari memberikan “respon “ terhadap kejadian yang tidak diharapkan, menjadi sebuah strategi dan fokus yang efektif untuk mengurangi kerentanan sebelum terjadi bencana

Inovasi Mercy Corps melalui Program SCALE- Resilience, merupakan upaya peningkatan adaptasi perubahan iklim dan ketahanan terhadap resiko bencana intervensi yang dilakukan melalui SCALE-resilience adalah, pertama membentuk sebuah komite penasihat provinsi (Provincial Advisory Committees/PAC) multi-pihak, yang terdiri dari pemerintah, masyarakat sipil, universitas, dan sektor swasta.

Komite ini akan menjadi kunci implementasi program dan menerima dukungan pengembangan kapasitas yang ekstensif. Dalam setiap delapan kecamatan terpilih, SCALE-Resilience akan memobilisasi Kelompok Kerja Kecamatan (Sub-District Working Group/ SDWG) yang akan menghubungkan program dan Komite PAC guna penyebaran informasi di tingkat masyarakat, penetapan prioritas, dan perencanaan proyek percontohan.

Kedua, difasilitasi oleh Mercy Corps dan MPBI, PAC dan SDWGs, secara bersama-sama akan melakukan penngkajian kerentanan dan kapasitas dengan menggunakan analisa  iklim dan data bencana.

Proses pengkajian kerentanan dan penilaian kapasitas akan meningkatkan kemampuan PAC dan SDWGs dalam memprioritaskan ancaman, mainstreaming informasi, dan advokasi perencanaan adaptasi perubahan iklim dan bencana, serta advokasi peng-alokasian anggaran Pemerintah, terkait dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Rencana Tata Ruang (RTRW), Rencana Sektoral, dan lain-lain.

Ketiga, dengan adanya prioritas masyarakat dari hasil penilaian kerentanan dan kapasitas, Mercy Corps dan MPBI akan membantu PAC dan SDWGs untuk melaksanakan proyek percontohan dalam kemitraan dengan LSM lokal yang akan mendukung langkah-langkah yang akan dapat meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana, dan dampak perubahan iklim.